Menjalin Usaha Bersama

logo

Bupati Cup antar Pelajar se-Kabupaten Madiun, Cari Bibit Atlet Pencak Silat Persiapan Porprov Jatim 2027

Selasa, 3 November 2026

MADIUN – Sebanyak 500 peserta terdiri dari  siswa-Siswi Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) mengikuti kejuaraan pencak silat Bupati Cup Tahun 2026 antar pelajar se-Kabupaten Madiun bertempat di Gedung Korpri lingkungan Pendopo Muda Graha.

‎Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menyampaikan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kejuaraan olah raga tingkat daerah kabupaten/kota tahun anggaran 2026.

‎Pertandingan pencak silat Bupati Cup tahun 2026 ini diselenggarakan bertujuan untuk mengukur pencapaian pembinaan prestasi, khususnya olah raga pencak silat di Kabupaten Madiun. Selain itu, juga untuk melahirkan dan melatih calon-calon atlet pencak silat agar dapat dipersiapkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-10 Tahun 2027 yang diselenggarakan di Kota Surabaya.

‎Sebab itulah, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan pertandingan ‘Pencak Silat Bupati Cup Tahun 2026’ yang dilaksanakan mulai tanggal 3-5 November 2026, yang diikuti kurang lebih 500 siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Madiun.

‎“Hadiah pada pertandingan pencak silat Bupati Cup Tahun 2026 ini, bagi juara telah disediakan uang pembinaan sebesar total Rp39.000.000. Selain itu, juga diberikan mendali serta piagam penghargaan,” ujar Puji, disela sambutan dalam kegiatan tersebut, Selasa 3 November 2026.

‎Sementara itu, Bupati Madiun’ H. Hari Wuryanto, mengungkapkan kejuaraan pencak silat antar pelajar se-Kabupaten Madiun dilaksanakan dengan harapan bisa menumbuhkan, dan mewujudkan bibit-bibit atlet pencak silat di Kabupaten Madiun.

‎Mengingat Kabupaten Madiun adalah ‘Kampung Pesilat Indonesia’, tentu dapat diharapkan anak-anak (peserta juara) nanti, bisa mewakili Kabupaten Madiun dan menjadi juara-juara di tingkat nasional.

‎“Untuk itu, kami berharap kepada para atlet bahwa pencak silat ini mengajarkan kedisiplinan dan keberanian. Kemudian dengan keberanian inilah, insyaallah anak-anak akan menjadi orang-orang yang sukses. Jadi, salah satu kesuksesan adalah keberanian,” jelasnya.

‎Mengingat dalam pencak silat diajarkan kejujuran, lanjut Bupati, Pemda Kabupaten Madiun berharap anak-anak atlet pencak silat harus jujur. Artinya jika kalah, tentunya juga harus menerima kekalahan dengan lapang dada. Hal itu wajar, jika kena dari lawan, tentu diterimanya dengan bijaksana serta tetap menjaga sportif.

‎”Tetapi, kejujuran ini lebih utama dari segalanya, karena orang yang bahagia itu harus jujur. Sebab, orang yang tidak jujur tidak akan bahagia. Jadi, kunci sukses ingin bahagia ya harus jujur,” katanya.

‎Bupati, mengingat bahwa atlet pencak silat ini betul betul menjadi anak-anak yang punya disiplin, punya keberanian, dan juga punya kejujuran yang luar biasa. Karena modal kedisiplinan adalah keberanian dan kejujuran, tentunya akan membawa para atlet ini menjadi anak-anak yang sukses, dan berkarakter. Selain itu, insyaallah akan meneruskan estafet kepemimpinan di tahun-tahun yang akan datang.

‎”Jadi, kami berharap kepada anak-anakku semuanya mari Kabupaten Madiun adalah ‘Kampung Pesilat Indonesia’, mari kita terus berlatih. Kita tunjukkan bahwa atlet-atlet dari Jabupaten Madiun bisa berjuang mulai dari daerah, provinsi hingga tingkat nasional bahkan menjadi atlet internasional,” tandas Mas Hari, akrab disapa.*(al/infousaha.net)

error: Content is protected !!