Jakarta, 9 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui ASEAN-UK Advancing Creative Economy Policy Training Batch 3 yang ditutup dalam Chapter Indonesia Summit di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Wamen Ekraf, Irene Umar, menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi the new engine of growth yang bertumpu pada penguatan kapasitas SDM dan kolaborasi global.
“Kesempatan global tidak akan bisa kita ambil kalau kita tidak bergerak bersama. Ide tanpa aksi tidak akan menjadi kenyataan. Karena itu, saya berharap para peserta terus melangkah dan menghadirkan solusi baru dalam menghadapi perubahan dunia,” ujar Irene Umar, Kamis (9/4) malam.
Wamen Ekraf juga menekankan pentingnya kebijakan yang komprehensif dan adaptif agar mampu menjawab kebutuhan di lapangan secara tepat dan berdampak.
“Melalui program ini, saya berharap lahir perumus kebijakan yang lebih adaptif, serta mampu memperkuat kolaborasi dan menjawab kebutuhan ekonomi kreatif di tengah perubahan global,” ujar Irene Umar.
Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama delapan minggu mulai Januari hingga Maret 2026 dengan enam modul pembelajaran.
“Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem ekonomi kreatif, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Dessy Ruhati.
Dari lebih 300 pendaftar, sebanyak 98 peserta terpilih dengan tingkat penyelesaian sekitar 90 persen, mereka berasal dari berbagai unsur hexahelix.
Sementara itu, Country Director British Council Indonesia sekaligus Director Southeast Asia, Summer Xia, menyampaikan bahwa program ini memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat kemitraan lintas negara yang berkelanjutan,” ujar Summer Xia.
Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dan berdaya saing, sekaligus memperluas peran Indonesia dalam jejaring ekonomi kreatif global.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, serta Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai.
Turut hadir Head of Culture and Information Division, Sustainable Development Directorate ASEAN Secretariat, Jonathan G.T. Tan, serta Head of Creative Economy East Asia, Camelia Harahap.*(sumber:ekraf.go.id)


















