Menjalin Usaha Bersama

logo

Stasiun Caruban, Kini ‘Jadi Urat Nadi’ Transportasi KA di Kabupaten Madiun

Sabtu, 13 Juni 2026

MADIUN – Stasiun Caruban (CRB) yang terletak di jantung kota Kabupaten Madiun terus memperkokoh posisinya sebagai simpul transportasi penting dalam jaringan perkeretaapian nasional di wilayah Jawa Timur, khususnya di jalur lintas selatan.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia/KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Tohari, menyampaikan CBR berada di bawah wilayah operasional KAI (Persero) Daop 7 Madiun, stasiun kelas 2 ini menjadi andalan utama mobilitas masyarakat di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.

‎Bahkan, kepercayaan masyarakat terhadap layanan moda transportasi kereta api (KA) di Stasiun Caruban hingga ini terus menunjukkan tren yang positif.

Berdasarkan data yang dihimpun pada periode Januari sampai Mei 2026, Stasiun Caruban mencatat kinerja angkutan penumpang yang signifikan dengan total 29.831 pelanggan naik, dan 26.355 pelanggan turun di stasiun tersebut.

“Mobilitas ini melayani rata-rata lebih dari 200 penumpang per hari, untuk keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya, Sabtu 13 Juni 2026.

Terletak strategis di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, lanjut dia, Stasiun Caruban menjadi penghubung vital yang menghubungkan warga Kabupaten Madiun dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa, yakni mulai dari perjalanan regional hingga antarkota jarak jauh seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Kiaracondong (Bandung), Semarang, Cirebon, Kediri, Blitar, hingga Malang.

‎Saat ini, Stasiun Caruban melayani berbagai perjalanan KA jarak jauh atau KJJ yang akomodatif, antara lain:

-KA Brantas, KA Kahuripan, KA Singasari, KA Kertanegara, serta KA Malioboro Ekspres (rute Kertosono–Kediri–Tulungagung–Blitar–Malang).

-KA Jayakarta, KA Logawa, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Pasundan, KA Sri Tanjung, KA Malioboro Ekspres, dan KA Sangkuriang (rute Kertosono–Jombang–Mojokerto–Surabaya Gubeng–Probolinggo–Jember–Banyuwangi).

‎-KA Jayakarta, KA Bangunkarta, KA Gaya Baru Malam Selatan, dan KA Singasari (rute Solo–Yogyakarta–Purwokerto–Cirebon–Pasar Senen Jakarta).

‎-KA Brantas (rute Solo–Semarang–Pekalongan–Tegal–Pasar Senen Jakarta).

‎-KA Pasundan dan KA Kahuripan (rute Solo–Yogyakarta–Kutoarjo–Tasikmalaya–Kiaracondong Bandung).

-Terdapat pula 2 perjalanan KA Bandara Adi Soemarmo yang terintegrasi untuk kemudahan akses penerbangan.

“Pertumbuhan volume penumpang ini, tentunya juga memicu KAI untuk terus berinovasi dalam meningkatkan standar pelayanan kepada pelanggannya,” katanya.

‎Menurutnya Stasiun Caruban juga memiliki posisi yang sangat penting, karena menjadi pintu gerbang utama keluar-masuk Kabupaten Madiun sekaligus menghubungkan Puspem Kabupaten Madiun dengan berbagai destinasi strategis. Hal ini guna meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI baru-baru ini menghadirkan fasilitas ruang tunggu Luxury Lounge di Stasiun Caruban.

‎Selain kehadiran Luxury Lounge, Stasiun Caruban juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern standar pelayanan prima, meliputi:

-Ruang tunggu utama dengan kapasitas yang memadai.

‎-Fasilitas ibadah (Musala), toilet bersih, serta area parkir yang luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

‎-Layanan reservasi dan pembelian tiket daring (online) serta manual melalui fasilitas Loket Box.

-Peron stasiun dengan aksesibilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

‎-Integrasi moda transportasi lanjutan, seperti angkutan daring (ojek/taksi online) dan angkutan umum lainnya.

‎”Tentunya sengan pertumbuhan jumlah pengguna dan letaknya yang berada di Puspem, Stasiun Caruban akan terus kami dorong untuk menjadi representasi layanan KA yang modern, aman, dan nyaman di Kabupaten Madiun,” jelasnya.

‎Tohari, juga menguraikan aksesibilitas Stasiun Caruban tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Mejayan semata, melainkan juga menjadi tumpuan bagi warga dari kecamatan sekitar seperti Saradan, Balerejo, Wungu, hingga sebagian wilayah perbatasan Kabupaten Nganjuk, Ngawi, dan Magetan.

Bahkan, pergerakan masyarakat yang dinamis ini mencerminkan tingginya ketergantungan sektor ekonomi, perjalanan dinas, pendidikan, industri kreatif, hingga sektor pariwisata daerah terhadap moda transportasi KA.

‎”Melalui sinergi yang kuat bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya, KAI Daop 7 Madiun optimis Stasiun Caruban akan terus berkembang menjadi pusat konektivitas utama yang andal, aman, dan terjangkau di Kabupaten Madiun,” tandasnya.*(hms/al)

error: Content is protected !!