Menjalin Usaha Bersama

logo

Tingkatkan Standar Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Ganti Bantalan Rel Kereta

Rabu, 8 April 2026

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas prasarana demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api atau KA.

‎Langkah ini telah diwujudkan KAI, yakni melalui program penggantian bantalan rel secara berkelanjutan di berbagai titik strategis wilayah operasional Daop 7 Madiun.

Pekerjaan terbaru dilaksanakan di petak jalan antara Stasiun Geneng – Stasiun Ngawi. Saat ini, Selasa (7/4), tim prasarana melakukan penggantian di jalur hilir Km 187+400 s.d Km 187+500, dan dilanjutkan, Rabu (8/4), di lokasi yang sama di Km 187+500 sampai dengan Km 187+600.

‎”Penggunaan jenis bantalan disesuaikan dengan karakteristik jalur untuk mencapai efisiensi, dan keamanan maksimal,” ujar Tohari, manager Humas KAI Daop 7 Madiun dalam keteranganya, Rabu 8 April 2026.

Menurutnya, penggantian ini merupakan langkah strategis KAI untuk meningkatkan standar keselamatan. KAI telah menggunakan kombinasi bantalan beton dan sintetis, karena masing-masing memiliki keunggulan spesifik.

Bantalan beton sangat tangguh untuk jalur utama, sementara sintetis menjadi solusi inovatif pengganti kayu di area jembatan.

‎Dapat di informasikan bahwa sepanjang Tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah melakukan penggantian bantalan jembatan dengan sintetis sebanyak 1.707 batang atau realisasi 100% sesuai dengan program yang direncanakan.

‎Sedangkan untuk program penggantian bantalan beton di tahun 2026 sebanyak 7.920 batang, dan triwulan I tahun 2026 hingga 8 April 2026 terealisasi 1.649 batang.

“Diharapkan program penggantian bantalan beton ini dapat terealisasi 100% hingga akhir tahun 2026,” katanya.

‎Perbedaan Bantalan Beton dan Sintetis

Selain itu, lanjut dia, KAI Daop 7 Madiun juga menerapkan penggunaan material yang berbeda yakni berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan:

‎1.Bantalan Beton: Memiliki karakteristik kaku, sangat tahan terhadap beban berat (axle load) yang besar, dan lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, beton menjadi standar utama yang mendominasi jalur raya (main line).

‎2.Bantalan Sintetis: Memiliki fleksibilitas yang menyerupai kayu namun dengan ketahanan material modern. Bantalan ini mampu meredam getaran jauh lebih baik, tahan terhadap paparan bahan kimia (seperti oli dan solar), serta memiliki masa pakai lebih dari 50 tahun.

Karena keungulannya dalam meredam getaran dan bobotnya, sintetis digunakan secara khusus pada jembatan rangka baja dan area khusus (seperti wesel).

Komitmen Pelestarian Lingkungan

‎Selain aspek teknis, penggunaan bantalan sintetis juga merupakan bagian dari program ESG (Environmental, Social, and Governance) KAI.

‎-Dukung Kelestarian Hutan: Mengurangi penggunaan material kayu alami secara signifikan.

‎-Daur Ulang: Material sintetis dapat didaur ulang kembali setelah masa pakainya habis.

‎-Kenyamanan Penumpang: Teknologi ini mampu mengurangi kebisingan saat kereta melintas di atas jembatan, sehingga perjalanan terasa lebih halus.

‎”KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan penggantian prasarana secara berkelanjutan. Dengan infrastruktur yang andal, kami memastikan perjalanan KA tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” jelas Tohari.*(hms/al)

error: Content is protected !!