Jakarta, 2 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendukung Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) mengintegrasikan ekonomi kreatif ke dalam ekosistemnya untuk meningkatkan nilai aset dan pendapatan. Kementerian Ekraf turut menilai penguatan kolaborasi lintas sektor dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi.
“Ekonomi kreatif itu berbasis ide dan inovasi, low capital tapi high value. Setahun berdampak, Kementerian Ekraf terus tumbuh menjadi mesin baru ekonomi nasional sebagai bukti nyata komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan modernisasi guna meningkatkan nilai tambah produk dan karya dari dalam negeri,” ucap Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) YKEP Tahun 2026 di Hotel Aston Kartika, Grogol pada Kamis, 2 April 2026.
YKEP didirikan sejak 1972 yang memegang teguh kejujuran dalam berusaha untuk mencapai kemakmuran guna meningkatkan kesejahteraan Keluarga Besar Angkatan Darat. Yayasan ini berlandaskan cita-cita mulia TNI Angkatan Darat untuk menerapkan nilai luhur serta keprajuritan sejati dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemanusiaan.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ekonomi kreatif telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja setara dengan 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Bahkan, nilai pertumbuhan ekonomi kreatif tahun 2025 juga tercatat capaian 6,5 persen melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,7 persen.
Pemetaan dari posisi dan peran Kementerian Ekraf terus berjalan melalui kolaborasi yang kuat sehingga tantangan bangsa ke depan bisa dihadapi tak lagi sekadar dengan pendekatan konvensional, melainkan butuh terobosan berbasis kreativitas maupun inovasi. Dalam paparan Sesmen Ekraf, disajikan pula video capaian Kementerian Ekraf dengan program-program yang relevan untuk kolaborasi, termasuk dukungan terhadap pegiat ekonomi kreatif dari berbagai daerah.
“Yayasan Kartika Eka Paksi perlu mengaktifkan dan mengorkestrasi kekuatan aset yang sudah ada. Inti strategi yang harus disiapkan yaitu menjadikan ekonomi kreatif sebagai alat untuk menghidupkan aset sehingga bisa dimanfaatkan dan dikolaborasikan bersama. Prinsipnya, ekonomi kreatif juga bisa dijadikan sebagai solusi alat komersialisasi bagi YKEP yang mendorong beberapa program unggulannya,” jelas Dessy Ruhati.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pembina YKEP, Maruli Simanjuntak, menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghadapi tantangan serta perlunya kerja tim yang kuat sehingga memiliki daya tahan untuk mendukung keberhasilan tugas maupun setiap kegiatan yayasan.
“Tantangan bangsa dan negara yang dihadapi tidak bisa hanya sebatas rutinitas dalam melaksanakan suatu kegiatan saja. Kita harus banyak kreasi dan inovasi yang membuat suatu proyek bergulir dan dimulai dengan teamwork yang baik. Selamat menjalankan Rakornis. Mudah-mudahan semua yang ada di sini, bisa melaksanakan program dan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Maruli Simanjuntak.
Dengan mengusung tema ‘Kreatif dan Inovatif Menghadapi Tantangan untuk Maju’, Rakornis YKEP diharapkan mampu memberi wawasan integrasi ekonomi kreatif ke dalam seluruh ekosistem usaha YKEP seperti sektor hospitality, properti dan perkantoran, pendidikan, hingga logistik. Setelah paparan dari Sesmen/Sestama Ekraf, terdapat sesi tanya jawab juga terkait pajak dan akses permodalan bagi para pegiat ekonomi kreatif, yang mana Kementerian Ekraf siap menawarkan solusi maupun kolaborasi strategis lintas sektor menuju visi Indonesia Emas 2045.*(sumber:ekraf.go.id)


















