MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melaksanakan kegiatan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) dengan mengusung tema nasional, ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’ bertempat di Alun-Alun Reksogati, Kota Baru Caruban, Sabtu 6 Juni 2026 sejak pukul 06.00 Wib.
Peringatan HLHS ini dalam bentuk aksi kurve (kegiatan kerja bakti atau gotong royong) yakni masyarakat bersama Bupati Madiun’ H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun’ dr. Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun’ Sigit Budiarto, Asisten, pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemkab Madiun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menyampaikan sejak Jum’at 5 Juni 2026 dalam peringatan HLHS ini, pihaknya telah melaksanakan aksi kurve lingkungan bersama masyarakat Kabupaten Madiun.
Kerja bakti dengan membersihkan area lingkungan kantor, sekolah, pondok pesantren, jalan protokol desa, lingkungan sekitar rumah warga, saluran drainase, dan area lainnya. Selain itu, pilah sampah dari rumah serta menempatkan secara terpilah atau jenis sampah organik dan anorganik.
Dilanjutkan dengan pemilahan sampah hasil aksi kerja bakti ke dalam dua kategori, yakni organik dan anorganik. Aksi lainnya adalah sosialisasi TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), penimbangan terhadap timbulan sampah yang ada dengan alat timbang sampah, baik alat manual ataupun digital.
“Kita berkolaborasi dengan komunitas bank sampah atau TPS3R yang ada di sekitar, ataupun secara mandiri. Pengelolaan sampah organik, dapat dilakukan dengan pembuatan LSO (Lubang Sampah Organik) atau komposter,” ujarnya seusai kegiatan.
Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan yakni berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian LH Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan HLHS Tahun 2026. Selain itu, juga Peraturan Bupati (Perbub) Madiun Nomor 11 Tahun 2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih di Kabupaten Madiun.
Peringatan ini berfokus pada mobilisasi aksi nyata secara inklusif yakni untuk merespon krisis iklim melalui ‘Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta Gerakan Selasa dan Jumat Bersih’ di Kabupaten Madiun.
Partisipasi dan peran serta secara langsung dan berkelanjutan dari seluruh jajaran Pentahelix, juga merupakan modal utama dalam aksi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya dari unsur dunia sekolah dan madrasah.
“Termasuk relawan atau kader lingkungan yang memiliki peran sangat strategis, yaitu sebagai motor penggerak perubahan perilaku peduli lingkungan di wilayah Kabupaten Madiun,” katanya.
Zahrowi, menambahkan puncaknya peringatan HLHS 2026, Indonesia ditetapkan dan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni. Bentuknya adalah semangat gotong royong, yakni untuk aksi bersih-bersih sampah secara bersama-sama.
“Hal ini bagian tanggung jawab kita bersama, yaitu untuk melaksanakan peraturan tersebut. Mengingat, sampah menjadi urusan kita bersama,” urainya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Madiun’ H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa penyelesaian sampah bukan hanya oleh pemerintah saja, tapi juga tanggung jawab kita bersama seluruh masyarakat Kabupaten Madiun.
Tentunya hal ini juga sesuai dengan visi misi Pemkab Madiun, yakni ‘Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera)’. Bahkan, di Kabupaten Madiun sudah ada Perbup Madiun tentang ‘Selamat Asri (Selasa, Jum’at untuk Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Apalagi saat ini, Pemkab Madiun juga telah memperoleh ‘Sertifikat Kabupaten Madiun yang Menuju Bersih’. Saat itu, di seluruh Indonesia, terdapat 35 daerah Kabupaten/Kota juga belum ada yang mendapatkan Adipura.
“Mudah-mudahan, do’akan saja. Nanti, setelah kegiatan kurve dalam rangka peringatan HLHS 2026 ini, kedepannya Kabupaten Madiun akan mendapatkan Adipura,” terangnya.
Namun, lanjut Bupati, tantangan terberat adalah kepedulian masyarakat untuk permasalahan sampah hingga ini yang masih kurang. Untuk itu, Pemkab Madiun berharap kepada mass media.
“Tolong informasikan, bahwa kita harus bersama-sama untuk aksi bergotong royong. Kedepan, supaya sampah di Kabupaten Madiun bisa teratasi bersama,” tegasnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat, tentunya jika melihat sampah segera diambil atau dibersihkan. Artinya, tidak usah saling menunggu warga lain atau petugas kebersihan. Untuk itu, Pemkab Madiun berharap agar masyarakat jangan membuang sampah sembarangan.
Mengingat, Pemkab Madiun melalui Dinas LH telah menyediakan fasilitas atau tempat sampah untuk organik maupun anorganik. Untuk itu, kita harus berkomitmen melakukan penanganan sampah hingga selesai. Karena masalah sampah, adalah tanggung jawab kita bersama.
Sebagai tindak lanjut Perbup Madiun tentang Gerakan Selasa dan Jum’at Bersih di Kabupaten Madiun terutama di kawasan sekolah, telah ditugaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) untuk segera merealisasikan program Adiwiyata.
“Karena nanti atau jelang Hari Jadi Kabupaten Madiun tertanggal 18 Juli 2026 mendatang, tentunya akan kita lombakan. Bagi sekolah-sekolah terkotor, nanti akan kita beri sapu,” tandas H. Hari Wuryanto, lagi.*(al/infousaha.net)


















