Jakarta, 28 April 2026 – Jajaran Kabinet Merah Putih nonton bareng/nobar film Para Perasuk di XXI Senayan City, Jakarta. Para menteri sepakat bahwa film bukan sekadar hiburan tapi medium strategis yang memperkuat industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Film ini menunjukkan bagaimana sebuah genre dapat dikembangkan secara lebih dalam dengan pendekatan yang kuat dan relevan. Kekayaan budaya yang diangkat menjadi nilai tambah, dan inilah yang perlu terus didorong agar subsektor film semakin berkontribusi sebagai the new engine of growth,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, saat menghadiri nobar tersebut pada Selasa (28/4).
Film Para Perasuk mengusung pendekatan drama psikologis yang berpijak pada kekayaan budaya lokal. Alur cerita yang dibangun menghadirkan pengalaman sinematik yang kuat sekaligus merefleksikan dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
“Dari trailernya saja sudah membuat ingin segera menyaksikan. Kita datang bersama, merasakan ketegangan bersama, bahkan saling berpegangan. Hal ini mencerminkan kekompakan Kabinet Merah Putih. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Wamen Ekraf.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menambahkan bahwa film ini memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat. Hal yang sama dirasakan jajaran kabinet yang hadir yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Choiri Fauzi, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie.
“Film ini sangat menarik dan menghadirkan pengalaman emosional yang kuat. Yang paling menonjol, film ini mengangkat realitas sosial, terutama konflik antara pembangunan dan upaya mempertahankan budaya serta tradisi masyarakat,” ujar Meutya.
Aktris sekaligus penyanyi Anggun Cipta Sasmi bangga bisa ikut ambil bagian dengan berperan dalam film Para Perasuk. Dia menyampaikan bahwa karya tersebut menghadirkan perspektif yang melampaui ekspektasi penonton terhadap genre yang diangkat.
“Jangan salah dengan judulnya, ini bukan film horor, tetapi drama psikologis yang bisa ‘merasuki’ penonton dan memberikan banyak pelajaran. Semoga film ini dapat diterima dan dinikmati masyarakat. Film ini juga menjadi ‘oksigen’ bagi perfilman Indonesia karena menghadirkan warna baru di luar pola yang selama ini didominasi horor dan komedi,” ujar Anggun.
Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan subsektor film melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas produksi, serta perluasan akses distribusi. Langkah ini membuka peluang lebih luas bagi karya film Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih besar sekaligus memperkuat posisinya dalam industri kreatif global.
Kehadiran lintas kementerian, lembaga, industri, dan media dalam kegiatan ini mencerminkan kolaborasi hexahelix dalam mendorong subsektor film sebagai bagian penting dari Ekonomi Kreatif. Sinergi ini menjadi fondasi untuk mempercepat pengembangan industri film yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing.*(sumber:ekraf.go.id)


















