INDONESIA – Tak terasa sudah memasuki bulan April. Ada momen Istimewa di bulan ini yaitu Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. Di sini, kita diajak untuk mengingat dan merefleksikan semangat serta perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam emansipasi Perempuan. Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan, kini semangat tersebut hidup dalam berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.
Di tengah perkembangan industri pariwisata Indonesia, terdapat sejumlah Perempuan inspiratif yang menjadi sosok Kartini pariwisata tanah air. Mereka tak hanya berkontribusi, tetapi juga mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Mulai dari pemangku kebijakan hingga penggerak komunitas, semuanya berperan nyata dalam mencerminkan semangat Kartini modern bagi pariwisata di Indonesia.
Penasaran siapa saja sosok tersebut! Mari Simak ulasan 7 Kartini Pariwisata Indonesia berikut ini!
1.Mari Elka Pangestu
Sosok Kartini srikandi pariwisata Indonesia yang pertama adalah Mari Elka Pangestu. Nama beliau sudah tak asing lagi di sektor pemerintahan, ekonomi, maupun pariwisata. Mari Elka Pangestu pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada periode 2011-2014.
Sebagai salah satu arsitek kebijakan pariwisata Indonesia, Mari Elka Pangestu menunjukkan bagaimana perempuan dapat berperan strategis dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional. Beliau fokus mempromosikan pariwisata, meningkatkan daya saing ekonomi kreatif, serta mengintegrasikan sektor kreatif dengan ekonomi nasional. Berkat kontribusinya tersebut, mampu memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan sektor ini.
Tak hanya di Indonesia, Mari Elka Pangestu terus berkiprah di tingkat global melalui perannya di lembaga internasional seperti Bank Dunia. Kiprah tersebut mencerminkan semangat Kartini dalam memperluas peran perempuan Indonesia hingga ke panggung dunia.
2.Nadine Chandrawinata
Kartini pariwisata Indonesia berikutnya adalah Nadine Chandrawinata. Siapa sih yang tak mengenal sosok ini? Bukan hanya dikenal sebagai selebritis dan model, tetapi Nadine Chandrawinata juga dikenal vokal dalam menghadirkan wajah pariwisata yang berkelanjutan pada lingkungan.
Nadine Chandrawinata memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap laut, khususnya laut di wilayah Indonesia. Ia tak sekadar berwisata menikmati keindahan laut Indonesia melalui aktivitas snorkeling dan diving. Ia aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem, khususnya di wilayah pesisir dan laut, sebagai bagian dari daya tarik wisata Indonesia.
Adapun inisiatif lingkungan dan pariwisata yang dilakukan oleh Nadina Chandrawinata adalah mendirikan organisasi #Seasoldier yang berfokus pada edukasi seputar pelestarian lingkungan laut dan Bahari. Ia juga merupakan pemilik Raja Ampat Dive Resort di Kawasan Destinasi Prioritas Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi di bidang ekowisata, Nadine Chandrawinata menunjukkan bahwa semangat Kartini juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan menjaga kelestarian lingkungan tanah air?
3.Susi Pudjiastuti
Kartini yang satu ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ya, inilah Susi Pudjiastuti atau akrab disapa sebagai Bu Susi. Susi Pudjiastuti pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode 2019-2024. Sosoknya saat ini dianggap nyentrik dan berbeda dengan pejabat lainnya.
Walau demikian, kiprahnya tak boleh dianggap sebelah mata. Susi Pudjiastuti dikenal sebagai sosok tegas yang berhasil menjaga kedaulatan laut Indonesia. Dengan kata-kata andalannya, “Tenggelamkan!” membuat siapapun bergidik ngeri bila melanggar aturan mengenai kelautan dan perikanan di tanah air.
Kebijakan Susi Pudjiastuti yang fokus dan konsisten pada pemberantasan penangkapan ikan ilegal berkontribusi pada pemulihan ekosistem laut. Hal tersebut menjadi fondasi penting bagi pariwisata bahari yang mengandalkan keanekaragaman dan kelestarian ekosistem laut.
Di sisi lain, Susi Pudjiastuti juga merupakan pendiri dan pemilik maskapai penerbangan Susi Air yang berperan sebagai sarana konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di Indonesia, baik untuk penerbangan reguler maupun charter. Peran ini memperlihatkan bagaimana semangat Kartini dapat hadir di masa kini melalui keberanian membangun dan membuka akses bagi kemajuan daerah.
4.Trinity
Bagi pecinta buku, traveler, dan penulis, nama ini bisa dikatakan sebagai pelopor travel writing di Indonesia. Inilah Trinity, salah satu sosok Kartini pariwisata Indonesia yang menjadi kiblat para influencer travel Indonesia masa kini.
Trinity berhasil mengubah cara masyarakat memandang perjalanan. Tulisannya lugas, apa adanya, tetapi mampu memberikan sudut pandang baru dari setiap pengalaman perjalanan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Melalui karya “The Naked Traveler”, ia menghadirkan narasi perjalanan yang inspiratif dan membumi.
Selain sebagai penulis, Trinity juga aktif sebagai pembicara di penulisan karya maupun bidang pariwisata. Ia juga kritis terhadap kebijakan maupun dinamika industri pariwisata tanah air sebagai bentuk cintanya terhadap pariwisata Indonesia.
Tak hanya itu, Trinity juga mengajarkan bahwa walau sudah banyak negara yang dikunjungi, tetapi Indonesia senantiasa memiliki tempat khusus di hatinya sebagai negara yang paling ia sukai kala bepergian. Kontribusinya menunjukkan bahwa semangat Kartini pariwisata di era modern dapat diwujudkan melalui penyebaran pengetahuan dan inspirasi kepada banyak orang.
5.Prilly Latuconsina
Kartini pariwisata tanah air juga hadir dalam sosok generasi muda. Sosok ini hadir pada Prilly Latuconsina. Ia bukan hanya aktris/selebritis papan atas dengan segudang prestasi atas karyanya di layar kaca, tetapi juga representasi generasi muda yang memanfaatkan kekuatan digital untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.
Melalui media sosial, Prilly Latuconsina memperkenalkan berbagai destinasi wisata khususnya di tanah air kepada audiens yang luas terutama generasi muda. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha di sektor pariwisata melalui bisnis penyewaan kapal pesiar Salaya Yachts bersama Kevin Sanjaya. Hal ini sesuai dengan minat Prilly untuk berkontribusi pada industri pariwisata Indonesia terutama di sektor wisata Bahari.
Tak hanya itu, pada tahun 2024 Prilly Latuconsina ditunjuk sebagai duta konservasi hiu paus oleh Konservasi Indonesia berkat kecintaannya yang besar dalam mendukung kelestarian hiu paus di sejumlah destinasi seperti Gorontalo dan Sumbawa. Selain itu, Prilly juga pernah berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dalam kampanye “Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia” pada 2017–2018, memperlihatkan peran aktifnya dalam promosi pariwisata nasional.
Prilly Latuconsina juga dikenal cukup kritis pada kebijakan pariwisata dengan menekankan bahwa pariwisata harus berbasis rasa dan pengalaman langsung, bukan sekadar data dan jargon. Hal ini agar setiap kebijakan pariwisata yang dibuat memang benar-benar menyentuh setiap pelaku pariwisata, baik pejalan maupun masyarakat lokal.
6.Maya Watono
Maya Watono merupakan Kartini penting dalam industri periklanan, pariwisata, dan event di Indonesia. Ia telah lama berkecimpung di industri periklanan, baik skala nasional maupun multinasional. Maya bahkan sempat menjadi Country CEO Dentsu Indonesia pada 2019-2021.
Selain itu, Maya juga didapuk menjadi Ketua International Affairs, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. Setelah 16 tahun bekerja di sektor periklanan, kini ia dipercaya menjadi Direktur Utama Injourney (PT Aviasi Pariwisata Indonesia), salah satu BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata.
Melalui kiprahnya, ia berhasil mentransformasi dan memberikan penyegaran di sejumlah destinasi, hotel, maupun bandara internasional di Indonesia agar memiliki kualitas internasional seperti Candi Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bandara Soekarno-Hatta, dan revitalisasi Grand Hotel de Djokdja (dulunya Hotel Grand Inna Malioboro). Hal ini berkontribusi dalam menghadirkan berbagai pengalaman baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Kepemimpinannya mencerminkan semangat Kartini dalam mendorong perempuan untuk berada di posisi strategis dan berpengaruh dalam sektor perekonomian dan Pembangunan pariwisata di tanah air.
7.Butet Manurung
Kartini pariwisata tak harus selalu dari kalangan pejabat, influencer, maupun selebriti. Ada juga yang bergerak secara konsisten di akar rumput dengan kontribusi tak kalah besar pada pariwisata maupun lingkungan. Sosok ini adalah Butet Manurung.
Butet Manurung merupakan pelopor program Sokola Rimba yang berfokus pada pemberdayaan Suku/Orang Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi, Sumatera. Melalui pendekatan pendidikan berbasis budaya, ia berupaya menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat. Ia ingin agar masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton bahkan tertinggal karena modernisasi.
Kontribusinya menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga dengan manusia, budaya, dan lingkungan. Semangat Kartini tercermin dalam upayanya memperjuangkan akses pendidikan dan keberlanjutan komunitas terutama untuk kelompok yang selama ini termarginalkan oleh modernisasi.
Itulah 7 Kartini Pariwisata Indonesia yang mencerminkan semangat perjuangan Kartini di era modern. Semangatnya terus hidup dalam berbagai peran perempuan Indonesia dalam sektor pariwisata. Ketujuh sosok ini membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam membangun, menjaga, dan mempromosikan kekayaan Indonesia.
Dalam momentum Hari Kartini, kiprah mereka menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kemajuan tidak pernah berhenti—melainkan terus bertransformasi sesuai zaman, membawa dampak nyata bagi bangsa dan generasi mendatang. Yuk teladani semangat para Kartini tersebut dan telusuri kisah inspiratif Kartini lainnya melalui pengalaman berwisata #DiIndonesiaAja!.*(sumber:kemenpar.go.id)


















