Menjalin Usaha Bersama

logo

Menteri Ekraf Jajal KuloNiku, Gim Lokal dari Yogyakarta yang Menjanjikan

Minggu, 26 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan industri gim lokal memiliki peluang besar untuk berkembang serta berkelanjutan. Salah satu pengembang gim yang bisa menjadi contoh yaitu KuloNiku bikinan Gambir Studio di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Hari ini saya berkunjung ke Gambir Studio untuk melihat langsung karya gim KuloNiku. Dalam waktu kurang dari dua minggu sejak peluncuran, gim ini telah menjangkau hampir 60 ribu pengguna. Ini menunjukkan bahwa gim lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujar Menteri Ekraf saat berkunjung langsung di Gambir Studio, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (25/4).

Menteri Ekraf berdialog dengan para founder Gambir Studio serta mencoba langsung gim KuloNiku: Bowl Up! yang baru dirilis. Menteri Ekraf juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional.

“Kami terus melakukan diskusi terkait insentif, kajian, dan regulasi untuk memperkuat subsektor gim. Harapannya, kebijakan ini dapat menjawab kebutuhan industri sekaligus mendorong pelaku kreatif agar tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa tumbuh dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Berdiri sejak 2016, Gambir Studio telah merilis lebih dari 12 judul gim dengan total lebih dari 20 juta unduhan. Berbasis di Yogyakarta, studio ini mengangkat kekayaan lokal dalam karyanya, termasuk kuliner Indonesia yang menjadi inspirasi utama dalam KuloNiku.

Di sisi lain Chief Executive Officer Gambir Studio, Shafiq Husein, menyampaikan bahwa pengembangan KuloNiku tidak terlepas dari momentum partisipasi dalam Gamescom 2025 yang menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam membuka akses ke ekosistem internasional sehingga mendorong kolaborasi dengan publisher dan mempercepat proses rilis.

“Kami tidak hanya membuat gim, tetapi juga membawa misi budaya. Ada kolaborasi antara kuliner, animasi, dan gim. Ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus tumbuh melalui kolaborasi,” jelasnya.

Menteri Ekraf juga menekankan bahwa Gambir Studio sebagai pengembang yang tumbuh dari daerah menunjukkan potensi kuat ekonomi kreatif berbasis lokal. Melalui KuloNiku, pengembangan gim berjalan seiring dengan pengangkatan budaya dan kuliner Indonesia, sehingga memberikan dampak lintas subsektor dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Selain itu, Menteri Ekraf menyoroti tren pertumbuhan industri gim nasional yang terus meningkat, dengan lebih dari 40 gim lokal dirilis dalam satu tahun terakhir. Penekanan diberikan pada pentingnya kualitas dan keberlanjutan agar gim Indonesia tidak hanya hadir, tetapi mampu bertahan dan memiliki posisi yang kuat di pasar.

Kementerian Ekraf menegaskan komitmen untuk memperkuat subsektor gim dengan mendorong lahirnya lebih banyak studio dari berbagai daerah di Indonesia agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang bertumpu pada inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan talenta lokal. Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam kegiatan tersebut yaitu Direktur Gim Luat Sihombing.*(sumber:ekraf.go.id)

error: Content is protected !!