Bekasi, 18 April 2026 – Ekonomi kreatif lekat dengan generasi muda. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyadari modal itu perlu dukungan banyak pihak untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih melaju.
Melalui workshop Save My Generation Conference 2026, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya berbagi pandangan pada generasi muda untuk lebih kreatif, berkarakter, dan berdampak menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Ekraf menggarisbawahi tentang pentingnya ekosistem pendukung, mulai dari pelatihan, akses pembiayaan, hingga perlindungan kekayaan intelektual sehingga pegiat ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Tren generasi muda terhadap ekonomi kreatif sangat luar biasa membuka peluang nyata dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Intinya, tugas Kementerian Ekraf ingin membuat karya dan jenama lokal bisa go national champion, serta berlanjut go global. Jadikan kreativitas sebagai aksi, inovasi sebagai solusi, dan kontribusi sebagai tujuan,” ungkap Menteri Ekraf dalam sesi workshop yang berlangsung di Rhema Building Convention Center, Bekasi pada Sabtu (18/4).
Lebih lanjut, Menteri Ekraf menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk memulai dan mengembangkan ide kreatifnya menjadi usaha yang berkelanjutan. Langkah awal, para kreator muda yang telah memiliki karya atau produk bisa mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk perlindungan karya mereka.
“Indonesia tidak kekurangan talenta dan ide kreatif. Mari kita berani mulai berkreasi dari hari ini melalui GEMPAR sehingga bisa menumbuhkan kolaborasi. Selain itu, kita harus memastikan setiap karya memiliki dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Teuku Riefky di hadapan hampir 500 Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia.
Mengambil tema ‘Elevate to Impact’, workshop ini juga menghadirkan Staf Khusus Menko Infra sekaligus motivator nasional, Merry Riana, sebagai pembicara. Merry Riana membagikan perspektif tentang makna ‘impact’ dalam berkarya dan berbisnis.
“Impact itu sederhana, sebelum dan sesudah kehadiran kita harus ada perbedaan. Indikatornya, karya, bisnis yang kita bangun, atau apa yang kita lakukan bisa berguna, harus memberikan manfaat, menggerakkan orang lain, dan menciptakan perubahan keberlanjutan yang nyata,” tutur Merry Riana.
Merry Riana juga mengajak generasi muda untuk berani mengambil langkah dan tidak menunda kesempatan. Selain itu, pentingnya generasi muda untuk menunjukkan talenta dengan kepercayaan diri yang dipunya.
“Ingat, hidup itu adalah kesempatan. Jangan pernah sia-siakan dan menunggu semua harus sempurna untuk mulai. Hadirkan talentamu, lakukan yang terbaik, serta percaya bahwa setiap langkah kecil bisa membawa dampak besar. Setiap hari adalah kesempatan untuk melakukan tanpa harus menunda atas apa yang Tuhan percayakan,” lanjutnya.
Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan komunitas, pegiat industri kreatif, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan baru dari berbagai daerah untuk Indonesia.
Dalam Save My Generation Conference 2026, Menteri Ekraf didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Adi M. Rivai, Plt. Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Aulia Chloridiany, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan Panji Purboyo.
Hadir pula Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Menko Infra Sigit Raditya, Wakil Ketua GEMPAR Indonesia Ronald Tampubolon, beserta Kepala Bagian Perekonomian Kota Bekasi dan Camat Kota Bekasi.*(sumber:ekraf.go.id)


















