MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menginformasikan telah terjadi longsor susulan di Km 32+2 petak jalan antara Stasiun Kalibaru (Kbr) dan Stasiun Mrawan (Mrw), wilayah kerja Daop 9 Jember, Jawa Timur.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan informasi terjadi longsor pertama kali diterima pada pukul 11.05 WIB dari masinis kereta api (KA) Sritanjung yang melaporkan adanya longsoran tanah di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas prasarana bersama tim terkait segera bergerak melakukan penanganan yakni mulai dari pembersihan material longsoran hingga perbaikan darurat pada jalur terdampak.
KAI terus bergerak cepat melakukan penanganan guna memulihkan kondisi jalur sekaligus memastikan keselamatan perjalanan KA. Setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan penanganan gogosan di petak jalan Ledokombo–Sempolan, tantangan kembali muncul dengan adanya laporan longsoran tanah di wilayah operasional Daop 9 Jember.
Berkat kesigapan dan kerja keras seluruh petugas di lapangan, penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 14.10 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan kondisi prasarana dan dinyatakan aman, jalur tersebut kembali dapat dilalui KA dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam sebagai langkah antisipasi dan menjaga keselamatan perjalanan.
”Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami akibat gangguan perjalanan KA, akibat adanya longsoran tanah di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan,” ujarnya, Senin 2 November 2026.
Menurutnya sebagai bentuk pemulihan operasional, KA pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman adalah KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap, yang berangkat dari Stasiun Kalibaru pada pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan 121 menit.
Sementara itu, perkembangan operasional lainnya menunjukkan bahwa KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung, juga telah diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pada pukul 15.00 WIB secara tepat waktu.
”Hal ini, tentunya menjadi salah satu perkembangan positif dalam upaya pemulihan dan normalisasi perjalanan KA. KAI mengapresiasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas kesabaran dan pengertiannya,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada seluruh petugas yang telah bekerja intensif dan penuh dedikasi dalam menangani gangguan tersebut. Syukur alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB.
Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui KA dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam. KA pertama yang melintas adalah KA 160 Wijayakusuma pada pukul 14.12 WIB. Untuk itu, KAI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena keselamatan perjalanan KA merupakan prioritas utama.
”Meskipun jalur sudah dapat dilalui, kami tetap menyiagakan personel dan melakukan pemantauan secara intensif di lokasi untuk memastikan kondisi prasarana tetap stabil dan aman. Pembatasan kecepatan, juga diberlakukan sebagai langkah preventif selama masa pemulihan,” jelasnya
Ia mengungkapkan berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) pada pukul 15.17 WIB, gangguan tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan KA yang melintas menuju maupun dari wilayah Daop 7 Madiun yakni di antaranya:
1. KA Logawa relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Purwokerto, terpantau masuk Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit. Estimasi kedatangan di Stasiun Madiun pukul 18.35 WIB.
2. KA Sritanjung relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Lempuyangan, terpantau berjalan langsung di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan 334 menit. Estimasi kedatangan di Stasiun Madiun pukul 22.33 WIB.
3. KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap, turut terdampak gangguan longsoran di petak jalan Kalibaru–Mrawan. KA ini merupakan kereta api pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman pada pukul 14.10 WIB, dengan keberangkatan dari Stasiun Kalibaru pukul 14.12 WIB dan keterlambatan 121 menit.
“KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran perjalanan KA, serta meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan,” tuturnya, lagi.
Tohari, juga menegaskan bahwa KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan KA. Sebab, semangat KAI adalah terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk senantiasa memantau perkembangan informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun kanal informasi resmi lainnya. Selain itu, pelanggan setia KAI juga diharapkan mengikuti arahan petugas baik di stasiun maupun diatas KA.
”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, akibat gangguan perjalanan baik menuju/dari wilayah kerja Daop 7 Madiun. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan setia KAI,” tandasnya.*(hms/al)


















