Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf Dukung Semangat DOES University ‘Mandiri dalam Bekerja, Merdeka dalam Berkarya’

Rabu, 15 April 2026

Yogyakarta, 14 April 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengunjungi DOES University di Sleman, Yogyakarta yang berfokus pada pelatihan industri kreatif dengan sistem karantina. Wamen Ekraf menilai DOES University mampu menunjukkan ekosistem pendidikan kreatif non-formal yang selaras dengan visi Kementerian Ekraf.

​”Kami melihat DOES University sebagai bukti nyata bahwa ekosistem kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga dari inisiatif komunitas yang memiliki visi jauh ke depan. Model pendidikan karantina selama 1,5 tahun ini sangat efektif dalam menghasilkan praktisi yang siap terjun langsung ke industri,” ujar Wamen Ekraf pada Selasa (14/4).

Sejak didirikan pada 15 Desember 2015 oleh Erix Soekamti yang juga vokalis/bassis band Endank Soekamti, sekolah ini telah melahirkan hampir 430 lulusan dari 10 generasi yang kini terserap di industri animasi, desain, dan pemrograman, baik di skala nasional maupun internasional. Wamen Ekraf turut menekankan pentingnya model pembelajaran ‘Ilmu Dibayar Ilmu’ yang diterapkan DOES University sebagai motor penggerak regenerasi talenta kreatif nasional.

“DOES University adalah prototipe ideal kemandirian ekonomi kreatif akar rumput melalui sistem karantina yang melatih disiplin. Kami mendukung penuh semangat ‘Mandiri dalam Bekerja, Merdeka dalam Berkarya’ yang menjadi napas sekolah ini,” ucap Wamen Ekraf.

Wamen Ekraf juga meninjau kurikulum di lima jurusan strategis DOES yaitu 3D Animation, 3D Modeling, UI/UX Design, Cinematography, dan Software Development. Ia memberikan apresiasi khusus pada keterlibatan alumni DOES dalam proyek-proyek besar, seperti film animasi JUMBO, serta karya mapping 3D hasil kolaborasi dengan Pipilaka Foundation yang saat ini tengah dipamerkan di Sarinah yang menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan non-formal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar industri papan atas.

DOES University terus berekspansi melalui program seperti DOES Go To School, Intensive Program, dan DOES Les untuk menjawab tingginya minat masyarakat. Inisiatif ini memperluas inklusivitas dengan merangkul talenta dari Aceh hingga Papua sebagai kekuatan besar bagi masa depan konten kreatif Indonesia.

“Kemandirian pengelolaan oleh alumni adalah langkah strategis kami untuk memperlebar peluang pendanaan dan fleksibilitas program. Transisi kepemimpinan kepada para lulusan ini merupakan bukti nyata keberhasilan transfer pengetahuan serta nilai-nilai sosial yang berkelanjutan di dalam ekosistem DOES University,” ujar Erix Soekamti.

​Kunjungan ini menjadi bukti komitmen Kementerian Ekraf untuk terus hadir sebagai fasilitator bagi inisiatif-inisiatif lokal yang berdampak luas. Dengan sinergi antara pemerintah dan institusi seperti DOES University, diharapkan Indonesia dapat memenuhi target pemenuhan jutaan talenta digital dan kreatif guna memperkuat posisi bangsa sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara.

Dalam agenda kunjungan ini, Wamen Ekraf didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data Jago Anggara serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan Dahana Esa Putera.*(sumber:ekraf.go.id)

error: Content is protected !!