KAI Daop 7 Madiun Berharap Seluruh Pegawai Semakin Peduli Terhadap Kesehatan
MADIUN — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di lingkungan kerja, PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar ‘Webinar Kesehatan Series (WKS) 7’, Rabu (15/4).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan kegiatan WKS yang menghadirkan 2 orang narasumber ini, telah mengangkat tema ‘Mencegah Nyeri Punggung dan Cedera Akibat Kerja’ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
WKS ini dibuka langsung oleh Dokter Fungsional 3, yakni dr. Kun Chyntia Mega Ningrum, yang dalam sambutannya berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seluruh pegawai mengenai pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mencegah nyeri punggung dan cedera akibat aktivitas kerja sehari-hari.
Sedangkan narasumber ke-2 yakni dr. Teddy Wijaya, yang memaparkan secara komprehensif mengenai nyeri punggung, mulai dari definisi, faktor risiko, hingga tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan memerlukan penanganan medis.
”Materi ini memberikan pemahaman praktis kepada peserta agar dapat mengenali gejala sejak dini, dan mengambil langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Menurutnya, jegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Dalam kegiatan itu, para peserta tampak antusiasme dalam menggali informasi terkait upaya pencegahan cedera serta penerapan pola kerja yang lebih ergonomis.
Melalui kegiatan webinar kesehatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap seluruh pegawai semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, tentu akan mendukung kinerja yang optimal serta meningkatkan keselamatan kerja.
”Tentunya kegiatan ini, merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif,” katanya.
Tohari juga menambahkan dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap para peserta dapat menerapkan pola kerja ergonomis serta gaya hidup sehat dalam keseharian, guna meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan kualitas hidup di lingkungan kerja.*(hms/al)


















