Jakarta, 24 April 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 yang akan hadir Agustus nanti. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan promosi pertunjukan seni budaya yang menggabungkan tari, musik, dan teater dalam satu panggung kolaboratif.
“Banyak panggung di luar sana, tetapi berbasis budaya itu menjadi pembeda Pagelaran Sabang Sampai Merauke. Dan apa yang dilakukan iForte ini sesuatu yang patut kita apresiasi, menjadi inspirasi, bagi saya bagaimana bisnis dan purpose bisa menjadi satu,” ujar Wamen Ekraf saat menghadiri konferensi pers Road to Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 di Grand Indonesia, Jakarta pada Jumat (24/4).
Pagelaran Sabang Merauke merupakan inisiatif iForte yang telah berlangsung sejak 2022 dan konsisten menghadirkan pertunjukan berskala besar. Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara ini mengusung tema Hikayat Nusantara dengan melibatkan sekitar 1.500 pelaku seni serta menarik puluhan ribu penonton.
Pada 2026, pertunjukan ini akan digelar pada 21–23 Agustus di Indonesia Arena, Senayan, dengan tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’. Tema tersebut mengangkat kisah perempuan dari berbagai cerita rakyat yang sarat keteladanan serta merefleksikan peran perempuan dalam membentuk narasi budaya.
Wamen Ekraf menilai konsistensi penyelenggaraan tersebut menjadi bukti nyata peran sektor swasta dalam merawat kebudayaan sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Ia juga menyoroti tingginya partisipasi generasi muda dalam pertunjukan tersebut sebagai indikator keberlanjutan budaya Indonesia di masa depan. Menurutnya, seni pertunjukan tidak hanya menghadirkan visual, tetapi juga nilai emosional yang mendalam.
“Untuk itu saya berharap dengan sangat Pagelaran Sabang sampai Merauke ini bisa menggugah rasa cinta kita, seluruh teman-teman di Indonesia akan rasa cinta kita kepada bangsa Indonesia, akan rasa cinta kita terhadap sesama manusia. Karena buat saya Pagelaran Sabang Sampai Merauke bukan hanya untuk orang Indonesia, tapi untuk panggung dunia,” tambahnya.
Sementara itu President Director & CEO iForte & Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso, menegaskan bahwa pagelaran ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga gerakan budaya yang mendorong keterlibatan generasi muda.
“Hari ini merupakan harapan kami menjadi suatu gerakan kebudayaan bagi semua korporasi yang ada di Indonesia. Karena kita melihat bahwa generasi muda Indonesia ini sangat berminat sekali kepada kebudayaan Indonesia. Kita harus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyalurkan aspirasi mereka. Dan kita harus membuat semua masyarakat Indonesia dan generasi muda khususnya fall in love dengan kebudayaannya sendiri,” ujarnya.
Pertunjukan ini menghadirkan kekayaan budaya Nusantara melalui pendekatan kontemporer dengan tetap menjaga nilai tradisional dari berbagai daerah. Pengembangannya juga tidak berhenti pada panggung, melainkan terus diperluas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pelaku industri antara lain perwakilan iForte, pemerhati seni, serta kreator nasional. Sementara itu Wamen Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Ekosistem dan Data Jago Anggara.*(sumber:ekraf.go.id)


















